Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Monday, November 14, 2016

Hillary Clinton, Negarawati Kelas Dunia dan Ikon Feminisme Abad 21

Oleh: Muhammad Sadam (artikel ini pertama kali saya publish dalam laman Qureta)
Hillary Clinton bersama mantan Presiden Bill Clinton, dan Senator Tim Kaine—menyampaikan pidato kekalahannya, di New York (foto: ABC News)
Hari Rabu lalu (9/11 waktu setempat) Hillary Clinton akhirnya menyampaikan Concession Speech-nya yang sangat inspiratif sekaligus emosional (lihat disini). “This loss is painful, and it will be for a long time. But remember that fighting for what’s right is worth it” begitu pesan Hillary kepada jajaran tim kampanye Hillary For America (HFA) di New York Hotel.
Dan momen itu membuat banyak HFA staffers, rekan pers, dan undangan—dan juga bahkan seorang J.K. Rowling—menitikan air mata. Seolah itu memaksa saya ingin menuturkan cerita terakhir dari Brooklyn mengenai sosok perempuan paling cerdas dan tangguh yang pernah saya ketahui, yang dulunya lebih dikenal sebagai Hillary Rodham.

Friday, August 12, 2016

Surat Terbuka Dari Sutradara Michael Moore Kepada Ivanka Trump

Penggarap film kontroversial "Fahrenheit 9/11" itu menyerukan agar Donald Trump memundurkan diri sebagai kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.

Donald Trump bersama putrinya, Ivanka Trump (Carlo Allegri/REUTERS)

Sutradara terkenal Hollywood, Michael Moore, menuliskan surat terbuka kepada Ivanka Trump, salah satu anak perempuan Donald Trump, kandidat presiden Amerika Serikat (AS) yang sangat kontroversial itu. Dalam suratnya itu, Moore menyerukan agar Ivanka melakukan intervensi kedalam kampanye politik ayahnya, demi kepentingan keluarganya sendiri, dan juga masyarakat umum yang selama ini sudah terkena imbas negatif dari retorika politik Trump yang penuh dengan ancaman, hasutan, dan kebencian.

Dalam suratnya yang dirilis hari Rabu (10/8) yang lalu di laman Alternet, penggarap film "Fahrenheit 9/11" itu meyakinkan Ivanka bahwa ayahnya kini sedang mengalami meltdown yang luar biasa, dan ia adalah salah satu dari segelintir kecil orang yang didengar dan dipercaya oleh Donald Trump.

Thursday, August 11, 2016

Pentingkah Pemilu Amerika Bagi Indonesia?

Argumentasi sederhana untuk Indonesia sebagai bagian dari komunitas global (dikutip dari tulisan saya di laman Qureta)
Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Hillary Clinton (Wikipedia)

Keinginan saya untuk menuliskan ini terinspirasi dari salah seorang penulis di Qureta, yang beberapa hari sebelumnya merilis tulisan Kegagalan Pemahaman Islam Donald Trump. Tulisannya menarik, saya sepenuhnya setuju dengan esensinya, namun ada satu bagian kecil dimana si penulis seperti mengisyaratkan bahwa pemilu di Amerika Serikat (AS) tidak ada hubungannya dengan Indonesia. Well, tentu saja saya tidak setuju.

Perlu dipahami bahwa Amerika kini telah memasuki minggu kedua musim Pemilihan Umum presiden mereka. Setelah melalui masa Pemilihan Pendahuluan (Primary Election) yang cukup panjang di masing-masing 50 Negara Bagian, District of Columbia, dan enam Daerah Teritorial sejak Bulan Februari lalu, kini Amerika memasuki masa kampanye Pemilihan Umum (General Election) yang akan berlangsung sampai Bulan November nanti.